7 MAYOR (BIDANG) DALAM PROSES PRODUKSI FILM


Dalam proses produksi sebuah film tentu membutuhkan banyak elemen. Elemen tersebut memiliki fungsi masing-masing sesuai dengan peran dan tugas masing-masing bidang. Mayor yang terpenting dalam produksi film disebut dengan Tree Angle. Oleh karena itu, Tree Angle harus saling berkoordinasi agar dapat menghasilkan sebuah yang berkualitas. Tree Angle dalam produksi film merupakan penunjukkan arah (penentu) dalam produksi sebuah film yang diproduksi baik secara indie maupun dibawah naungan rumah produksi (PH). Adapun Tree Angle tersebut seperti terlihat dibawah ini:
Selain itu, dalam proses produksi film juga membutuh mayor lainnya. Mayor tersebut berupa :
  1. Artistik (Art Director)
  2. DOP (Director Of Fhotography)
  3. Audio Man
  4. Editor
Jadi, semua mayor tersebut saling bekerjasama untuk menghasilkan sebuah film yang bisa dinikmati oleh konsumen. Ketujuh mayor tersebut bekerja sesuai peran dan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Selain itu, dalam produksi film juga membutuhkan crew lainnya seperti, Tata Cahaya (lighting), Make-Up dan sebagainya. Misalnya seorang sutradara yang bertugas mengarahkan produksi film tentu dibantu oleh beberap crew dan dikenal dengan crew director. Crew tersebut dapat berupa seorang clipper, pencatan adegan film dan sebagainya. Seorang produser dalam produksi film sebagai pemilik dana tentu juga harus memiliki crew lainnya. Crew bagian produser dapat berupa Line Produser dan produser pelaksana. Untuk mendapatkan film yang berkualitas dan memiliki alur yang menarik tentu memerlukan seorang penulis naskah. Seorang penulis naskah tentu membutuhkan arahan dan masukan dari mayor lainnya terutama aran dari produser dan sutradara film. Agar naskah film yang ditulis sesuai dengan target sasaran.
      Dalam proses produksi film tentu juga harus memiliki seorang yang mumpuni dalam pengambilan gambar. Oleh karena itu, peran seorang Director Of Fhotography sangat penting dalam produksi sebuah film. Seorang Director Of Fhotography tentu membutuhkan beberapa orang kameramen yang bertindak sebagai pembantu dalam merekam adegan. Kebutuhan akan cameramen biasanya disesusaikan dengan jenis dan durasi film yang diproduksi. Ketika sebuah adegan sudah divisualkan dalam bentuk video tentu proses selanjutnya memasukkan audio. Audio berfungsi agar film yang diproduksi memiliki ruh dan mendukung reka adegan dalam sebuh film agar mampu memunculkan aspek dramatis yang bagus. Dalam produksi film seorang audio man dibantu oleh crew mixer, music director, bom mix. Setalah semua tahapan diatas dilalui, tentu peran seorang editor sangat penting. Editor berfungsi agar potongan gambar dapat disatukan sesuai alur. Dalam penyusunan potongan gambar seorang editor tentu mengikuti arahan produser, sutradara dan mengikuti adegan yang terdapat dalam screen play. Dalam proses editing seorang editor juga dibantu oleh beberapa orang yang bertindak sebagai colouring, animator, louder film, dan sebagainya.

TERIMA KASIH

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...