Guru-Selamat Hari Guru 25 November 2019


Guru. Jasa mu tiada dapat ku balas, senyum tulus mu tiada dapat ku lupakan, jerih payah mu mengajari daku tiada dapat ku bayar. Guru. Engkau sosok pahlawan yang tiada mengharap tanda balas jasa, Engkau bekerja dengan setulus jiwa. Engkau rela mengorbankan jiwa ragaku demi melahirkan insan yang berkarakter. Guru. Semoga lelah mu menjadi penyemangat hidupku dalam mencari arti kehidupan. Guru, Terima kasih untuk semua yang Engkau ajarkan.

Senin 25 November 2019 seluruh wilayah Nusantara Indonesia memperingati hari yang sangat sakral. Hari tersebut dikenal dengan sebutan hari Guru. Hari guru merupakan agenda Nasional yang sudah ditetapkan pada tahun 1994. Penetapan tersebut berdasaarkan Keppres 78 tahun 1994 dan UU Nomor 14 tahun 2005 yang berkaitan dengan guru dan dosen. Hari guru juga bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Republik Indonesia (PGRI) (News.detik.com). Hari guru tentu bertujuan untuk mengapreasiasi kinerja seorang guru agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin berkualitas. Tapi, apakah hanya seorang guru yang harus menjaga kualitas pendidikan yang ada di Indonesia ? atau apakah hanya seorang guru yang bertugas mendidik generasi penerus bangsa ?. Tentu, jawabannya Tidak. Kenapa demikian, misalnya seperti ini dalam satu keluarga ada terdapat seorang anggota keluarga yang memiliki keterbatasan dalam suatu hal. Tentu anggota keluarga yang lain akan berusaha untuk melengkapi keterbatasan tersebut. Selain itu, kedua orang nya juga tentu bersinergi mencari berbagai solusi agar keterbatasan tersebut bisa segera diatasi. Dengan demikian, sebuah keterbatasan dalam keluarga akan terlihat sempurna ketika setiap anggota keluarga bersinergi dalam memperbaiki, meyelesaikan, mencari solusi, dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan berkeluarga dan bersaudara. Begitulah ibaratnya sebuah pendidikan. Ketika kita ingin kualitas pendidikan di Indonesia semakin berkualitas tentu kita membutuhkan yang namanya kerjasama antara satu dengan yang lainnya. Misalnya saja, adanya kerjasama antara wali murid dan guru-guru.
Untuk mendidik generasi yang berkualitas tentu peran kedua orang tua juga sangat penting. Kenapa demikian, ketika seorang anak sudah pulang dari sekolah tentu anak tersebut menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya. Akan tetapi, sekarang banyak kita dapati kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya sering diabaikan. Bahkan ada kedua orang tua mengganggap bahwa seorang guru saja yang memiliki kewajiban memperhatikan pendidikan anaknya ketika anaknya sudah masuk ke bangku sekolah. Padahal kita sama-sama mengetahui bahwa keluarga menjadi tumpuan pertama kali dalam menjaga pendidikan anak-anak. Bahkan kita sering mendengar ungkapan Ibu merupakan Madrasah pertama.
Selain itu, mengevaluasi kinerja guru, kurikulum dan segala yang berkaitan dengan pendidikan sangatlah diperlukan agar kualitas pendidikan semakin membaik. Untuk mendukung hal demikian tentu membutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung agar antara konsep teori dan aplikasi dapat dipadukan. Agar kualitas pendidikan di Indonesia semakin meningkat dan mampu bersaing dengan pendidikan luar Indonesia tentu berbagai pihak seperti pemerintahan dan sebagainya yang bertugas dalam bidang pendidikan maupun tidak harus bekerja keras dalam mengevaluasi hal-hal yang berkaitan dengan sarana dan prasarana dalam pendidikan.
Seorang guru di identik dengan ungkapan seorang pahlawan tanpa tanda jasa. Jika dicermati dan dipahami ungkapan tersebut seorang guru sangat banyak memiliki jasa dalam kehidupan. Tapi, walaupun demikian, banyak murid bahkan orang tua lupa akan jasa seorang guru. Bahkan hanya karena permasalahan sepele seorang guru harus menerima hukuman dan sebagainya. Kalau hal demikian semakin berlarut bagaimana dengan kualitas pendidikan di Indonesia. Harus kita ketahui, untuk melahirkan generasi yang memiliki karakter dan menguasai ilmu pengetahuan tentu rasa hormat kepada seorang guru harus di kedepankan serta menjunjung tinggi etika dan norma-norma pendidikan. Adanya peringatan hari guru yang jatuh pada tanggal 25 November 2019 ini mari dijadikan sebagai moment yang sangat berharga dalam menghayati jasa-jasa seorang guru serta menyadari segala kesalahan yang pernah kita lakukan terhadap para guru-guru kita. Jangan kita jadikan hari tersebut hanya sebagai ajang pemberian kado dan sebagainya. Mari sama-sama kita hormati seorang guru. Menurut (Akhmad Rofii Dimyati) guru dan murid adalah suatu hal yang memiliki keterkaita. Hal tersebut merupakan rangkaian yang tak terpisahkan oleh suatu apapun. Jika ada seorang guru pasti ada murid. Begitu juga sebaliknya. Guru dan murid bertemu disuatu majlis, instansi pendidikan, dan sebagainya untuk melakukan proses belajar dan mengajar dan sebagainya. Begitulah siklus yang selalu terjadi dan berlaku dalam sepanjang sejarah manusia dikala masih di dunia.
Selamat Hari Guru untuk kita Semua.




Berlangganan update artikel terbaru via email:

4 Responses to "Guru-Selamat Hari Guru 25 November 2019"

  1. Guru sosok yang tulus

    ReplyDelete
  2. semoga para guru² kita selalu diberi kesehatan. amiin
    https://www.allandro.id/

    ReplyDelete
  3. Semoga guru-guru kita selalu diberikan kesehatan dan umur yg berkah..aaamiin

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...