Literasi Islam - Kitab Kuning


Kitab Kuning yang sangat dikenal dan sangat fenomenal dalam kalangan santri, Pondok Pesantren salafi, dan sebagainya. Kitab kuning berisi berbagai literatur keislaman dan dikelompokkan berdasarkan sub bagian masing-masing. Tulisan dalam kita kuning menggunakan Bahasa Arab tanpa baris. Untuk bisa membaca kita tersebut sangat dibutuhkan keahlian dan penguasan ilmu yang berkaitan dengan kaedah-kaedah Bahasa Arab agar tidak salah dalam membaca, membarisi, dan mengartikannya. Menurut Mochtar (2009 : 32) bahwa kitab kuning awalnya diperkenalkan oleh orang-orang diluar kalangan pondok pesantren. Pertama kali diperkenalkan sekitar dua dawarsa ( 20 tahun ) silam. Pada dawarsa tersebut kitab kuning diperkenalkan dalam maksud merendahkan. Maksudnya bahwa kitab kuning tidak memiliki arti, harga, bahkan jauh ketinggalan zaman. Hal demikian awal muncul stagnasi dalam berfikir kalangan umat beragama Islam.  Banyak pendapat dan penjabaran mengenai kitab kuning tersebut yang bisa kita dapati dengan menelusuri berbagai literatur yang ada disekitar kita. Pada tahun 1994 KH. Masyhuri Syahid, MA mencoba mengusulkan dan merekomendasikan agara nama kitab kuning diganti dengan nama al-kutub al-qadimah. Proses perekomendasian tersebut dilakukan pada saat acara Simposium Nasional I yang diadakan di Bogor tanggal 25 sampai 27 Januari kala itu.
Kitab kuning dalam pondok Pesantren merupakan kitab-kitab keagamaan dengan Bahasa Arab yang merupakan hasil karya tulis para ulama terdahulu seperti Imam Syafi'i, Hanafi, Bukhori, Nawawi, dan banyak lagi ulama lainnya yang mumpuni dibidang keilmuan masing-masing baik berbasis ilmu agama, fisika, kedokteran, dan lain-lain. Dalam bidang Kedokteran seperti Ibnu Sina yang sampai sekarang masih menjadi rujukan keilmuan bidang kedokteran. Di dunia Pesantren kitab kuning dipelajari berdasarkan tingkat yang sudah dicetuskan dalam kurikulum yang sudah disepakati oleh para ulama, ustazd yang berwewenang. Kitab kuning dipelajari berdasarkan Kitab Matn, Syarah, dan Kitab Hasyiyah. Kitab Matn yang berarti inti dari sebuah kitab kuning yang dipelajari misalnya Ilmu Nahwu memiliki kitab Matn yang bernama Matn Ajjurumiyah yang ditulis oleh seorang ulama Nahwu yang bernama Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad. Kitab tersebut berisikan akar utama ataupun pondasi awal dalam mempelajari bentuk sintaksis tata Bahasa arab sehingga akan diketahui jabatan sebuah kalimat, huruf dan dapat diketahui bagaimana bentuk baris yang sesuai terhadap suatu kata. Kitab Syarah merupakan penjabaran ataupun bentuk komentar lebih lanjut dari kitab Matn. Seperti kitab Kawakib ad-Durriyah karangan seorang ulama yang bernama Muhammad bin Ahmad bin Abdul Barri Al-Ahdal  sebuah kitab Syarah dari kitab Mathan Ajjurumiah yang merupakan penjabaran lebih dalam tentang kaeda-kaedah ilmu Nahwu. Dalam kitab tersebut dikupas Panjang lebar permasalahan dalam bidang ilmu Nahwu. Selanjutnya, kitab Hasyiyah merupakan kitab penjelasan lebih dalam lagi dari kitab Syarah. Jadi disimpulkan penjelasan dari kitab Syarah itu sendiri. Kitab Hasyiyah sangat bermanfaat bagi orang-orang dengan keilmuannya sudah tingkat lanjut. Di kalangan pondok Pesantren sendiri lebih banyak menggunakan kitab Matn dan Syarah. Namun, ada juga yang memakai kita Hasyiyah. Akan tetapi, dalam mempelajarinya disesuaikan dengan tingkat masing-masing. Misalnya tingkat dasar wajib mempelajari kitab Matn yang sudah di tentukan sampai seterusnya. Dalam kitab Kuning ada bidang-bidang keilmuan seperti, Ilmu Nahwu, Ilmu Shorof, Ilmu Tajwid, Ilmu Fiqih, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadist, Ilmu Balaghoh, Ilmu ‘Arud, Ilmu Mantiq, Ilmu Bayan, Ilmu Tasawuf , Ilmu Ushul Fiqih, Ilmu Ushul Hadist, dan Banyak lagi bidang keilmuan lainya. Dan disetiap bidang keilmuan memiliki ciri-ciri dalam penyusunan pembahasannya ada yang terdiri dari Kitabun, Babun, Fashlun, Far’un, dan seterusnya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Responses to "Literasi Islam - Kitab Kuning "

  1. Jadi ingat masa lalu... Kitab wajib ketika di dayah dulu...

    ReplyDelete
  2. Tekenang masa2 dulu ketika manis pahit tuk bsa pham akan kitab tersebut...ditunggu postingan selanjutnya

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...