Pengantar Pendekatan Kajian Seni

Menurut Ratna (2015 :53) pendekatan adalah cara-cara menghampiri objek. Selain itu, Pendekatan juga dapat diartikan sebagai sebuah bentuk langkah, proses, cara yang diambil maupun digunakan dalam mendekati, menghampiri suatu objek. Penelitian yang dilakukan oleh seseorang tentu bertujuan sebagai bentuk pengakuan akan hakikat ilmiah terhadap objek ilmu pengetahuan itu sendiri. Oleh karena itu, pendekatan sangat diperlukan ketika meneliti ataupun mengkaji sebuah objek baik itu tentang kebudayaan sosial masyarakat, program televisi, film, iklan, dan sebaginya. Dengan demikian, hakikat ilmiah dari hasil penelitian ataupun kajian dapat diakui. Pendekatan dalam sebuah penelitian maupun kajian tentu memiliki manfaat. Manfaat tersebut dapat berupa teoritis maupun praktis. Manfaat secara teoritis dapat berupa bentuk sumbangan pemikiran, wawasan maupun konsep teori terhadap bidang keilmuan dalam konteks yang sama ataupun tidak. Manfaat praktis berupa bentuk pengharapan agar hasil penelitian maupun kajian bisa menjadi acuan bagi peneliti maupun pengkaji dalam bidang yang sama maupun tidak. Selain itu, Ratna (2015 : 55) menegaskan bahwa pendekatan dapat mengarahkan peneliti maupun pengkaji terhadap sumber-sumber yang berbentuk sekunder. Hal demikian bertujuan agar dapat memprediksi literatur yang harus dimiliki. Dengan kata lain, ketika seorang peneliti maupun pengkaji sudah menetapkan sebuah pendekatan yang akan digunakan dalam proses meneliti dan mengkaji alangkah baiknya melakukan proses penelusuran sumber-sumber bacaan yang akan dijadikan seperti menjelajahi toko-toko buku, mencari banyak artikel ilmiah seperti jurnal, skripsi, tesis, disertasi, dan sebagainya.
Adapun pendekatan-pendekatan yang bisa digunakan dalam meneliti maupun mengkaji sebuah karya seni dapat dapat berupa: Pendekatan Biografis, Pendekatan Sosiologis, Pendekatan Antropologis, Pendekatan Struktur, Pendekatan Fungsi, Pendekatan Biografis, Pendekatan Mimetik, Pendekatan Ekspresif, Pendekatan Deskriptif, Pendekatan Analitis, Pendekatan Interpretatif, Pendekatan Penilaian, Pendekatan Interdispilin. dan sebagainya. Dengan menggunakan pendekatan dalam mengakaji dan meneliti sebuah karya seni baik itu seni rupa, seni media rekam, dan seni lainnya, tentu akan ditemukan berbagai informasi yang terdapat dalam karya seni tersebut. Dengan adanya pendekatan yang digunakan tentu dapat memudahkan para pengkaji ataupun peneliti dalam melihat dan mengekplor tanda-tanda sistem budaya yang tersimpan di dalam sebuah karya seni.
Misalnya seorang pengkaji maupun peneliti mengunakan pendekatan fungsi dalam mengkaji sebuah karya seni, tentu mereka akan menemukan fungsi-fungsi apa saja yang terkandung di dalam objek kajian ataupun penelitian mereka. Fungsi tersebut dapat berupa fungsi seni sebagai ritual, fungsi sebagai proses pengukapan emosional, fungsi sebagai hiburan, fungsi sebagai komunikasi, fungsi sebagai pengukapan norma-norma sosial dan kebudayaan, dan sebagainya. Dengan demikian, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa dengan pendekatan dalam mengkaji sebuah karya seni tentu akan diketahui hubungan sebab akibat yang ada di dalam sebuah karya seni tersebut. Misalnya, seni sebagai fungsi ritual. Tentu seorang pengkaji maupun peneliti akan menemukan berbagai bentuk simbol-simbol keagamaan yang berkaitan dengan sebuah ritual yang terihat dalam sebuah karya seni dan sebagainya. Contoh lain misalnya, seorang pengkaji maupun peneliti menggunakan pendekatan struktur dalam mendekati objek kajiannya tentu dia akan mengungkapkan makna dari sebuah karya seni berdasarkan unsur-unsur yang terdapat dalam objek kajiannya dan menghubungkannya satu dengan yang lainnya. Setelah makna yang terdapat disetiap unsur tersebut dipahamai dan didapati tentu pengakaji maupun peneliti tersebut membuat berbagai interpretasi terhadap objek kajian nya. Dalam pengertian lain, Pendekatan Struktur memandang bahwa sebuah karya tidak pernah lepas dari unsur-unsur lainnya (Abidin, 2003 :25). Dengan demikian, dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa dengan menggunakan Pendekatan Struktur dalam mengkaji ataupun meneliti sebuah karya seni tentu seorang pengkaji maupun peneliti menguraikan segala sesuatu yang terkait yang terdapat di dalam karya seni tersebut sehingga menghasilkan suatu  makna yang utuh. Misalnya unsur paduan warna, alur, sudut pandang, dan sebagainya.
Baca Juga :  Karakteristik Kajian Seni | Kajian Seni I | Deskripsi Film | Catatan Perjalan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pengantar Pendekatan Kajian Seni"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...