Diode Lanjutan Elektronika

Tegangan tembus (break down voltage)
            Bila tegangan reverse diperbesar lagi melalui sumber tegangan E, arus ini tidak mengalami perubahan, Tetapi bila pada suatu saat tegangan reverse ini mencapai batas tertentu, maka arus tiba-tiba sangat besar sekali. Hal ini disebabkan karena kuat medan listrik dari batere E cukup kuat untuk melepaskan elektron valensi menjadi elektron bebas. Tegangan pada saat tersebut dinamakan tegangan tembus (breakdown voltage) atau tegangan zener. Peristiwanya dinamakan zener effect. Elektron bebas yang terjadi karena zener effect dalam gerakannya dapat berbenturan dengan atom lain dan mengeluarkan elektron valensinya. Peristiwa ini disebut dengan avalanche effect. Pada saat tegangan tembus akan terjadi zener effect maupun avalanche effect dan peritiwa ini dapat menyebabkan kerusakan diode, kecuali pada diode zener diode yang bekerja pada daerah tegangan tembusnya (breakdown voltage).

Karakteristik diode
Dari pembahasan forward dan reverse bias pada diode dapat digambarkan karakteristik tegangan dan arus diode. 



Tahanan diode
Tahanan diode dapat dibedakan atas
  • Tahanan DC (tahanan statik)
  • Tahanan Bulk (tahanan dinamis)
Tahanan DC
Tahanan DC pada diode definisikan sebagai perbandingan tegangan dan arus diode. Pada forward bias tahanan ini disimbolkan sebagai RF dan RR untuk reverse bias. Karena diode adalah komponen nonlinier, tahanan DC berubah sesuai dengan arus yang melewatinya.
Sebagai contoh, berikut adalah hasil pengukuran arus dan tegangan (antara A–K) pada diode yaitu: 10 mA pada 0,65 V ; 30 mA pada 0,75 volt dan 0,50 mA pada 0,85 V.
Pada pengukuran pertama:
          
Tahanan bulk
         Di atas tegangan cut-in, arus diode akan naik secara cepat. Hal ini menunjukkan kenaikan tegangan yang kecil pada diode akan menyebabkan perubahan arus yang besar. Setelah tegangan penghalang” (cut in voltage) terlampaui, yang menghalangi arus adalah tahanan ohmic”  pada semikonduktor P dan N dari diode. Dengan kata lain, apabila daerah P dan N merupakan 2 keping semikonduktor yang terpisah, masing-masing akan memiliki tahanan yang dapat diukur dengan ohmmeter, sama halnya dengan tahanan biasa. Jumlah tahanan ohmic ini disebut tahahan bulk diode, yang didefinisikan sebagai: RB = RP + RN. Tahanan bulk ini tergantung pada ketebalan semikonduktor P dan N dan  kerapatan doping. Hambatan bulk ini lebih kecil dari 1 ohm. Hambatan bulk dapat dihitung dengan rumus:
  
        Karakteristik pendekatan pada diode
Ada 3 karakteristik pendekatan diode:
1. Pendekatan pertama
     Pada pendekatan pertama dalam keadaan forward bias mempunyai tahanan = 0, tegangan pada diode (VAK) = 0 atau seperti saklar tertutup, dan pada kondisi reverse bias tahanan diode = tak berhingga, arus = 0 dan diode seperti tahanan terbuka. Karakteristik ini meruapakan karakteristik diode ideal.
  
2. Pendekatan kedua
     Pada pendekatan kedua dalam keadaan forward bias, tegangan pada diode (VAK) = tegangan cut-in atau seperti saklar tertutup diserikan dengan batere, dan pada kondisi reverse bias tahanan diode = tak berhingga, arus = 0 dan diode seperti tahanan terbuka.

3.  Pendekatan ketiga
     Pada pendekatan ketiga dalam keadaan forward bias tegangan pada diode (VAK) = tegangan cut-in dan tegangan jatuh pada tahanan bulk diode , dan pada kondisi reverse bias arus diode = arus bocor yang konstan.

Beberapa data pada diode
1.    PIV = Peak Inverse Voltage
       PRV = Peak Reverse Voltage      
       VRM = Voltage Reverse Maximum
       Adalah batas maksimum tegangan diode pada saat reverse bias. Bila batas ini dilewati maka diode akan rusak.
       Sebagai contoh suatu diode mempunyai PIV sebesar 200 Volt, Apakah diode dapat digunakan bila diberikan tegangan bolak balik (AC) sinusoidal VS = 180 Volt.  
dimana V1 dan I1 adalah tegangan dan arus pada titik tertentu di atas tegangan cut-in, sedangkan V2 dan I2 adalah titik yang lebih tinggi dari V1 pada kurva karakteristik diode.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Diode Lanjutan Elektronika"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...