Contoh Review Buku Mengenal Tulisan Arab Melayu


IDENTITAS BUKU

Judul                           :  Mengenal Tulisan Arab Melayu
No. ISBN                    : 979-9246-15-6
Penulis                         : Muhammad Irfan Shofwani
Editor                          : Mahyudin Al Mudra, SH, MM.
Penerbit                       : Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu Bekerja
                                       Bekerja Sama Dengan Penerbit Adi Cita.
Tahun Terbit                 : 2005
Jumlah Halaman           : 14,2 X 20 Cm
Ukuran                          : XIV + 62 halaman
Pengolah Sampul          : Henry Artiawan
Penata Letak                 : Muhammad Irfan Shofurani
Pencetak                       : PT. Mitra Gama Widya.


PENULIS
            Muhammad Irfan Shofurani, SHI., lahir pada tanggal 28 Mei 1981 di Malang, Jawa Timur. Ia menyelesaikan studi di Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta , pada tahun 2003 dengan predikat cumlaude. Ia juga tercatat sebagai penerima beasiswa umggulan di Pondok Pesantren Mahasisswa UII, Yogyakarta.
            Sejak usia sekolah dasar, ia sudah mengenal tulisan Arab Melayu, yang dikenalnya sebagai huruf pegon. Pendidikan pesantren di Malang telah ditempuhnya semasa ia masih duduk di bangku sekolah lanjutan tingkat pertama, yang terus dilanjutkannya semasa kuliah di Yogyakarta. Kajian intensif buku-buku Islam klasik yang diikutinya membuatnya tidak asing dengan buku-buku beraksara arab melayu.
            Semasa mahasiswa, ia sempat aktif di Pusat Studi Islam, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Saat ini, selain sebagai peneliti muda pada balai kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, Yogyakarta ia juga tercatat sebagai anggota redaksi buletin mingguan Al Rasikh dan buletin triwulan AL Islamiyah, Universitas Islam Indonesia. Ia juga tercatat sebagai salah satu staf Pengajar Pondok Pesantren Mahasiswa Daarul Hira, Yogyakarta.
  
PENDAHULUAN
            Tidak dapat dipungkiri bahwa Islam telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari suku bangsa Melayu. Islam telah menyatu dalam keseharian dan kebiasaan mereka, hingga budaya melayu pun berisi dan identik dengan ajaran-ajaran Islam. Kalau kita perhatikan , hampir tidak ada ekspresi budaya yang dikekalkan oleh masyarakat Melayu bertentangan dengan nilai-nilai luhur Islam .
            Salah satu keterkaitan Islam dan budaya Melayu tampak dari sejarah panjang perkembangan bahasa Melayu. Bahasa Melayu yang dapat diterima semua kalangan ini telah digunakan sebagai lingua franca ( bahasa pergaulan / pengantar / pemersatu ) oleh para penyiar islam, ulama, penyair, sastrawan, politikus, hingga pedagang di dunia melayu.
            Muncul dan berkembangnya tulisan Arab Melayu tidak dapat dipisahkan dari peran murid-murid yang menjadi ulama terkemuka yang telah menimba ilmu dijazirah Arab. Fakta sejarah yang memperkuat pentingya peran dan posisi bahasa Arab Melayu dan Tulisan Arab Melayu-nya dalam pembentukkan tradisi dan corak intelektualitas Islam di Dunia Melayu.


SEJARAH SINGKAT PENULISAN HURUF ARAB MELAYU
            Sejarah perkembangan huruf arab hijaiyah tidak dapat dipisahkan dari sejarah penulisan Alquran, karena perkembangan pemberian titik dan Syakal ( harakat ) terkait erat dengan usaha para pemimpin Islam periode awal (Khalifah ) untuk memudahkan umat manusia .
            Penulisan Alquran telah dilakukan Sejak Nabi Muhammad mendapat wahyu pertama berupa Surat al – Alaq ayat 1-5 di gua hira’ pada tanggal ( 17 Ramadhan tahun 13 SH ( Sebelum Hijriah ) atau 6 Agustus 610 M ) hingga beliau wafat ( 12 Rabiul Awal 11 H/8 Juni tahun 632 M). Penulisan Alquran dilakukan atas perintah dan petunjuk Nabi Muhammad, para sahabat menulis wahyu yang turun diatas pelepah kurma, kulit binatang, tulang, dan batu, semuanya tetulisa teratur tapi belum menjadi satu mushaf(dijilid).
            Proses penyusuan Alquran menjadi satu mushaf dimulai dari khalifah Abu bakar  Shiddiq ( 11-13 H/632-634) atas usulan Umar bin Khattab, dan disusun oleh sahabat yang bernama Zaid bin Tsabit. Lalu dilanjuti oleh khalifah  Umar bin Khattab (13-24 H/634-644 M). Lalu dilanjuti Khalifah Utsman bin Affan(24-36 H/644-656 M) dengan mengangkat Zaid bin Tsabit sebagai ketua dengan anggota Abdullah bin Zubair, Sai’id bin Ash, dan Abdurrahman bin Harits bin Hisyam sebagai anggotanya.
            Dan pemberian tanda titik dan harakat dimulai pada masa Mua’wiyah bin Abi Sufyan dengan menugaskan Abul Aswad Ad-Dualy. Lalu dilanjuti pada masa khalifah Abdul Malik bin Marwan dengan menugaskan Al-Hallaj bin Yusuf. Lalu dilanjuti pada masa khalifah Khalil bin Ahmad Al-Farahidy.
            Jumlah huruf Arab Hijaiyah ada 28 buah yang ditulis dari kiri ke kanan dan cara membedakan antara huruf arab pegon dengan huruf arab asli sangatlah mudah . penulisan huruf arab pegon menggunakan semua aksara arab hijaiyah, dilengkapi dengan konsonan abjad indonesia yang ditulis dengan aksara arab yang telah domodifikasi . Modifikasi huruf arab tersebut dikenal dengan sebutan huruf jati arab melayu , yang berwujud aksara arab serapan yang tak lazim seperti biasanya. Misalnya untuk konsonan “ng”, arab pegon menggunakan huruf ain dengan tiga titik diatasnya sedangkan untuk konsonan ‘p’ , diambil dari huruf fa’ dengan tiga titik diatasnya dan sebagainya . Selain itu , keunikan dari huruf arab pegon meniadakan syakal ( tanda baca ) layaknya huruf arab gundul pada umum.
            Sejarah penulisan arab pegon di Nusantara diperkirakan sudah ada sejak pada tahun 1200 M / 1300 M. Seiring dengan masuknya  agam islam menggantikan kepercayaan Animisme, Hindu, dan Budha. Di kalangan orang Malaysia, huruf arab pegon ini disebut dengan tulisan jawi, sementara orang jawa sendiri justru menyebutnya dengan sebutan huruf arab pegon. Banyak orang jawa mengira bahwa huruf arab pegon itu hanya milik orang jawa saja karen penggunaannya sudah mentradisi pesantren-pesantren salaf di jawa .
            Menurut salah seroang pakar sejarah Melayu yang berkebangsaan Negara Malaysia bernama Datuk Sayid Alwi Al-Haddad  menyatakan bahwa tulisan Arab Melayu sudah ada jauh sebelum tahun 1200 M silam. Beberapa fakta sejarah yang membuktikan dipakainya tulisan arab melayu sejak tahun 700/800 yang telah lalu, diantaranya yaitu :
1.      Penemuan batu-batu bersurat anatara lain di Terengganu ( Malaysia ), Aceh, Riau, Sumatera, dan daerah-daerah lain.
2.      Makam para raja Melayu di seluruh Nusantara yang menggunakan huruf Arab Melayu di batu nisannya..
3.      Perhubungan antarbangsa , khususnya dengan Eropa, diantaranya berupa perjanjian raja-raja Melayu Islam dengan pihak kolonial inggris, telah menggunakan huruf arab melayu.
  
PELAMBANGAN HURUF ARAB MELAYU
Sesuai dengan namanya, huruf-huruf tulisan arab melayu tentunya juga mempergunakan huruf arab hijaiyah. Jika huruf Arab Hijaiyah ada yang diberi tanda baca(terutama Alquran), maka dalam penulisan Arab Melayu tidak menggunakan tanda baca. Arab Melayu juga memiliki kategori Vokal, konsonan, dan diftong. Vokal Arab Melayu hanya dilambangkan dengan tiga huruf yaitu : و (wawu), ا (Alif), ي (ya’). Diftong Arab melayu terdiri dari 3 bunyi; [ai], [au], dan [oi].
1.      Huruf Vokal Arab Melayu
Rumawi
A
I
U
E
O
Arab Melayu
ا
ي
و
ي
و

2.      Huruf Konsonan Arab Melayu
a.       Konsonan dari huruf Arab Hijaiyah
Rumawi
B
D
F
H
J
K
L
M
Arab Melayu
ب
د
ف
ه
ج
ك
ل
م

b.      Huruf jati Arab Melayu
Rumawi
P
G
C
Ny
V
ng
Arab Melayu
ڤ
ﻛ\ع

c.       Konsonan Arab Hijaiyah yang menjadi bunyi pinjaman tulisan Arab Melayu
Nama
Tsa
Ha
Kha
Dzal
Syin
Shod
Lambang
ث
ح
خ
ذ
س
ص

Nama
Dhad
Tha’
Zha’
‘ain
Ghain
Lambang
ض
ط
ظ
ع
غ

3.      Diftong Arab Melayu
Rumawi
Ai
Au
Oi
Arab Melayu
اي
او
وي

MENULIS KATA DASAR
1.      Vokal [a] yang dilambangkan dengan ا (Alif) jika berada di awal kata dasar. Contoh : اسه (Asah), انك (Anak), مارا (Mara), مامك (Mamak).
2.      Vokal [i] dilambangkan dengan ي (ya’) dan اي (jika berada awal suku kata). Contoh : ايناي (inai), ايكن (Ikan), سيريه (sirih).
3.      Vokal [u] dilambangkan dengan و dan او (jika berada awal suku kata). Contoh: اوبه (Ubah), اوتس (utus).
4.      Vokal [e]  tidak dilambangkan dengan (ي,ا,و ). Contoh : سلت (selat), ملايو (Melayu).
5.      Vokal [o] dilambangkan dengan و dan او  (jika berada diawal kata). Contoh: اوله (Ulah), اوبأ (ombak).
Ejaan dari bahasa Arab
Contoh: سلامة (selamat), صلوات (salawat), استراحة (istirahat), حقيقة (hakikat).
 Penghindaraan bentuk Homograf
Homograf merupak bentuk ejaan yang sama tapi berbeda makna. Contoh (ﻠﻨﺗﻴﻖ ) yang dapat dibaca lentik atau lantik.
  
MENULIS KATA BERIMBUHAN
Kata yang berawalan (perfiks) ada dua kategori : awalan di,ke,se,pe dan me dan awalan ber, ter, dan per.
1.      Awalan di, ke, se, pe, dan me. Harus ditambah dengan alif agar penulisannya menjadi دا (di), كا (ke), سا (se), ﭭﺍ (pe), dan ما (me).
Contoh awalan di :
ﺪﺍ +ﭭﻨﺪﻉ - ﺪﺍﭭﻨﺪﻉ
Dipandang-di + pandang
Contoh awalan ke :
كا + ليما - كاليما
Kelima – lima + ke
Contoh awalan  se:
سا + مولا - سامولا
Semula - se + mula
Contoh awalan pe :
ﭭا + ليمفر - ﭭاليمفر
Pelempar - pe + lempar
Contoh awalan me:
ما + روسك - ماروسك
Merusak -me + rusak

Contoh awalan ber برهلت) (, ter (تركراء ) per (فراورع )
Kata berakhiran –an :    ﭽﻮﺒﺄﻦ (cobaan)
Kata berakhiran kan : بريكن (berikan)
Kata berakhiran lah : ماكنله (makanlah)
Kata afiks ber-an : برسامأن (bersamaan)
Kata afiks ber-kan : برمنديكن (bermandikan)
Kata afiks me-kan : منددهكن (mendedahkan)
Kata afiks me-I : منداهولوي (mendahului)
Kata afiks se-nya : ساتيباﭘا (setibanya)
Kata afiks di-kan : دموليكن (dimuliakan).

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Contoh Review Buku Mengenal Tulisan Arab Melayu"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...